Macam Obat Aborsi Apa Saja

Obat aborsi tentu saja tidak akan tertulis obat aborsi pada kemasannya karena memang umumnya obat aborsi merupakan obat yang diperuntukkan untuk hal lain namun dapat memberikan efek besar bagi rahim termasuk dalam rangka menggugurkan kandungan, jadi anda harus tahu dulu obat aborsi apa saja yang biasa digunakan. Hal itu terutama jika anda hendak membelinya di apotek karena jelas tidak mungkin anda minta obat aborsi, berbeda halnya jika anda membelinya di kedai obat atau di internet yang jelas-jelas menjual obat aborsi secara terang-terangan.
 
Di bawah ini ada beberapa obat yang biasa difungsikan sebagai obat untuk menggugurkan kandungan karena reaksi yang diberikan obat yang dimaksud terhadap rahim. Obat-obat yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1.     Cytotec
Obat yang satu ini mungkin bisa dikatakan sebagai obat aborsi paling populer karena kebanyakan penjual obat aborsi memberikan obat ini. Sebetulnya obat ini dibuat untuk mengatasi masalah lambung yakni penyakit maag akut namun ternyata jika diminum secara intensif dapat memberikan efek signifikan terhadap rahim seperti kontraksi sehingga dapat membantu proses aborsi. Harga satu butir obat ini mulai dari Rp 50.000,- hingga Rp 150.000,- tergantung tempat anda membelinya.

2.     Gastrul
Obat ini memiliki dosis yang tidak setinggi cytotec sehingga penggunanya jarang yang menjadikan obat ini sebagai obat aborsi. Namun obat ini kerap dijadikan alternatif ketika stok atau persediaan obat cytotec sedang kosong. Seperti halnya cytotec obat ini pun sebenarnya dibuat untuk penyakit maag akut. Harganya sendiri cenderung sama yakni mulai dari Rp 50.000,- hingga Rp 120.000,- per butir.

3.     Gynaecosyd
Seperti halnya kedua obat di atas obat ini pun merupakan obat untuk masalah perut yang dapat digunakan untuk proses aborsi karena reaksi yang diberikannya. Untuk harga sendiri relatif lebih murah karena hanya berkisar Rp 50.000 sampai Rp 70.000 saja per butirnya.


Itulah ketiga obat yang biasa digunakan untuk membantu seseorang menggugurkan kandungannya. Pada dasarnya ketiga obat di atas membutuhkan resep dokter untuk dapat membelinya, namun sekarang ini banyak penjualan obat di luar apotek yang cukup bebas memperjualbelikannya.