Memahami Instalasi Kontaktor Menggunakan Wiring Diagram Kontaktor

Bagi yang belum familiar dengan kontraktor, artikel ini sangat tepat bagi anda agar bisa memahami instalasi kontraktor dengan menggunakan wiring diagram kontaktor. Kontraktor sendiri adalah salah satu komponen listrik yang bekerja dengan prinsip elektromagnetik. Ada banyak merek kontaktor, namun prinsip kerja dan komponennya tetaplah sama. Ada 3 bagian utama pada kontaktor, yaitu:

1.       Kontak utama

Ada 3 kontak normally open (NO) yang diberi nomer dengan angka 1-2, 3-4,dan 5-6. Kontak utama dihubungkan secara langsung dengan beban 3 phasa dalam bentuk wiring diagram dan kerja kontak utama akan dikendalikan oleh coil kontaktor.

2.                   Kontak bantu

Kontak bantu terdiri dari NO atau NC (normally close), dimana kontak bantu ini jumlahnya tergantung dari instalasi yang akan dirancang. Umumnya kontaktor utama sudah memiliki kontak bantu bawaan, namun jika ingin menambahkan kontak bantu lagi tidak masalah karena tinggal memasangnya dibagian atas kontaktor utama.

3.                   Coil kontaktor

Ini adalah bagian dari kumparan kontaktor, apabila mendapatkan tegangan kerja maka coil kontaktor akan memiliki sifat magnet dan merubah kontak yang ada dari kondisi NO menjadi NC atau sebaliknya. Peran controller untuk mengendalikan kondisi kontak dipegang oleh coil kontaktor.

                Untuk menginstal kontaktor, selain 3 komponen utama diatas anda juga membutuhkan tombol NC untuk memutuhkan aliran ke coil kontaktor dan tombol NO untuk mengalirkan arus ke coil kontaktor. Selain itu anda juga membutuhkan MCB (Miniature Circuit Breaker) serta over load relay untuk membantu proteksi dari sistem instalasi kontaktor ketika terjadi beban yang berlebih.


                Prinsip kerja kontaktor adalah ketika coil kontaktor diberi tegangan, maka inti besi diam akan menjadi magnet yang akan menarik inti besi bergerak diatasnya. Inti besi bergerak nantinya akan menarik bahan isolator yang menempel sehingga ketika bahan isolator bergerak akan merubah kondisi kontak pada kontaktor karena semua poros kontak menempel pada bahan isolator dan bahan isolator menempel pada inti besi bergerak yang sudah dikendalikan oleh inti besi diam yang memiliki sifat magnetik.